Tampilkan postingan dengan label Diare. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Diare. Tampilkan semua postingan

04 April 2012

About Probiotik, Sahabat Usus Kita

Halo Pembaca,

Saya menulis artikel ini terinspirasi dari diskusi dengan rekan sejawat saya mengenai penggunaan probiotik atau bakteri yang dapat membantu pencernaan. Kalau lihat-lihat dipasaran, produknya menawarkan beragam spesies bakteri, ada yang Lactobasilus, ada Bifidobacterium, ada yang mengandung Streptococcus juga.

Probiotik lazim diresepkan bersamaan dengan obat diare. Tujuannya, memberikan bakteri baik untuk melawan bakteri buruk penyebab diare.
Namun, apabila digunakan bersamaan dengan Antibiotika, hendaknya diberi jeda 2 jam antar penggunaannya. Terkadang pun, kita sering merasa kembung, sakit perut, tetapi tidak diare.Bisa jadi karena kemasukan bakteri pada makanan yang kotor...Hasil metabolisme bakteri jahat adalah gas ammonia dan ammonia inilah yang bersifat racun dan menggangu pencernaan kita. Probiotik dapat juga digunakan untuk mengatasi perut kembung tersebut

Saat membeli,
  • Dapat dipilih yang non-dairy product jika memang alergi susu
  • Gunakan dengan dosis 1 billion bacteria
  • Simpan dilemari pendingin antara 2-5 C. 
  • Bagi yang menderita gangguan liver, para ahli menganjurkan Bifidobacterium karena telah terbukti dalam treatment cirhosis dan hepatitis kronis
Okei sekian dulu sharingnya....Semoga bermanfaat ya!


Ada yang ingin ditanyakan?? Silakan gunakan form dibawah ini atau kirimkan pertanyaan anda ke dviolin8@hotmail.com

Ref: http://www.naturalnews.com/027457_probiotics_probiotic_eczema.html
        Balch P. 2004, Nutritional Healing
 

13 Juni 2011

E.Coli Serbu Eropa, Yuk Cegah Bahayanya

Wah E.Coli sudah mengancam Eropa, menginfeksi 24.000 penduduk dan menelan 24 korban tewas. Strain baru yang mewabah adalah EHEC (Entero-Haemoragic Eschericia Coli. Entero: pencernaan. Haemoragic: pendarahan). Nah, sudah bisa ditebak kan dari namanya, bakteri ini cukup mematikan karena menyebabkan pendarahan pada saluran pencernaan. Sejauh ini Indonesia masih tergolong aman..Tapi, kita perlu waspada lho...Dengan mudahnya bepergian antar negara, bukan hal yang mustahil bakteri E.Coli tersebut datang ke Indonesia. Tunggu apa lagi, yuk, lihat ulasan lengkap tentang si kuman E.Coli!

Apa itu E.Coli?

E.Coli, kepanjangan dari Eschericia Coli adalah bakteri alami yang ada pada saluran pencernaan kita untuk membusukkan makanan.  Pada umumnya strain ini tidak berbahaya dan  nggak heran, jika E Coli banyak ditemukan pada usus besar kita. Namun, ada beberapa jenis strain E.Coli yang berbahaya dan kebal terhadap antibiotik, itu dia yang ditakuti.

Apa Gejalanya?

Seperti yang dinyatakan oleh Prof. Tjandra Yoga, Dirjen Pengendalian Infeksi Menular, gejala terinfeksi E.Coli adalah sakit perut seperti kram disertai diare, (ada beberapa kasus yang disertai berak darah), demam, mual-muntah. Mayoritas penderita sembuh dengan sendirinya dalam  10 hari, namun sekitar 10% nya mengalami Haemolytic Uraemic Syndrome (HUS) yaitu gagal ginjal akut yang disertai kerusakan pada sel-sel darah merah, gangguan saraf, stroke dan koma.  
Jika mengalami diare, tips lengkapnya bisa dilihat pada artikel saya sebelumnya, First Aid Menghadapai Diare

Pencegahannya
Berperilaku hidup bersih dan sehat, antara lain dengan mencuci tangan pakai sabun setelah Buang Air Besar (BAB). Karena E.Coli banyak terdapat pada saluran cerna untuk membusukkan makanan, maka bakter ini banyak dijumpai pada faeces. Maka dari itu, biasakan cuci tangan dengan sabun sebelum memegang makanan, hal ini terkesan sangat sederhana, namun dampaknya dalam mencegah berbagai penyakit menular sangat besar.

Sementara itu 5 kunci untuk menjamin keamanan makanan yang dikeluarkan oleh WHO:

  1. Jagalah kebersihan
  2. Pisahkan bahan mentah dengan bahan matang
  3. Masak makanan sampai matang
  4. Jaga makanan pada suhu aman
  5. Gunakan air bersih untuk mencuci bahan makanan    
Semoga Bermanfaat!

Sumber: www.detikhealth.com

20 Januari 2010

First Aid Menghadapi Diare

Diare sudah ga asing lagi di telinga kita..Mendadak mules, bolak balik ke belakang, perut kembung, mengamuk bergejolak..Nah pengobatan & pantangan kalau diare, sudah banyak yang tau pastinya, tapi beberapa masih ada yg keliru...Biar jelas, ini dia First Aid Ngadepin Diare.

1. Yang utama & paling penting: Oral rehidrasi.
Alias minum larutan elektrolit, biasa dijual di apotik. Kalau minum air gula doang boleh gak..Hmm..kalo gula doang, bisa tambah diare loh...Soalnya, kuman penyebab diare tu cukup unik. Doi nempel kuat diusus, mengacaukan pertukaran ion-ion Na (natrium) dan gula diusus. Kalau dikasi gula aja, air dari sel, semua masuk ke usus, jadi tamba diare deh...Makanya, penting banget, GULA dan GARAM dengan perbandingan: 2 sendok teh gula, dengan 0.5 sendok teh garam dalam 250mL air matang. Diminum setiap habis buang air besar.

2. Ada obat yg bisa diminum? Banyak....tapi umumnya diare pada dewasa, sembuh sendiri dalam 48 jam. Karena biasanya virus sebabnya, jd tubuh sendiri yg ngelawan.

Perlu gak, minum obat biar mampet gak kebelakang lagi? Boleh, tapi....Diare tu ada maksudnya lho..Tujuannya, mengeluarkan bakteri/racun yang ada diusus. Kalo disetop..ga bisa keluar donk...Jadi obat penyetop diare boleh diminum, jika diare sudah berkali kali dalam sehari. Untuk diare tahap awal, misalnya baru 1-2x, kurang dianjurkan.

Kalau balita, 24 jam diare tidak berhenti, wajib ke Dokter/RS.
Karena anak2 rawan bgt sama dehidrasi. Obat penyetop diare ga bole diberikan pada anak < 12 taon, karena obat menyetop pergerakan usus. Kemampuan usus anak2 balik seperti awal masi rendah..Lah kalo ususna berenti selamanya...hmmm gawat. 3. Kalau Diare ga berenti juga, atau dibarengi demam, mual, berak darah, dan hilangnya nafsu makan....harus ke Dokter. Bisa - bisa kena tipes atau traveller's diarea atau kuman lain yang mesti dibasmi pakai antibiotik.

Kalo lagi diare, say NO to....:
1. Yang mengandung susu. Pas diare, usus lagi terganggu enzim2nya buat mencerna susu..Jadi, diare bisa tamba hebat kalo minum susu.
2. Apapun yang bersoda/ berkarbonasi, karena bikin kembung

Macem-macem obat diare :
  • Loperamide : menyetop diare
  • Attapugite : menyerap racun, memperbaiki konsistensi feses
  • Kaolin & Pectin: memperbaiki kekentalan/konsistensi feses
Okee...Semoga bisa menambah pengetahuan pembaca ya...
Jadi bisa memberikan pertolongan pertama pada saat diare kapanpun, dimanapun.

Dea Pitasari